Mengenal Aksi Ekshibisionisme, Gangguan Seksual Pamer

1 min read

aksi-ekshibisionisme

Pelajari tentang eksibisionisme dan gangguan seksual yang memamerkan seks

aksi-ekshibisionisme

Seorang lelaki tua pamer aurat di depan perempuan muda di Kota Bandar Lampung menjadi sorotan publik pada Jumat (1 Oktober).

Perbuatan yang bertentangan dengan norma tersebut adalah kelainan seksual yang biasa disebut dengan eksibisionisme. Menurut KBBI, eksibisionisme adalah kelainan atau kelainan yang ditandai dengan kecenderungan untuk menampilkan hal-hal yang cabul, seperti alat kelamin, untuk masturbasi.

Psikolog Octa Reni Setiawati mengatakan, seseorang dengan gangguan seksual merasakan kepuasan ketika menunjukkan alat kelamin korban.

“Orang yang melakukan ini merasa puas setelah menunjukkannya. Apalagi saat korban berteriak, merasa tidak nyaman atau tidak berdaya, kepuasannya pun menjadi lebih besar,” ujar Octa Reni.

Siapapun yang termasuk dalam kategori eksibisionisme biasanya memiliki banyak faktor yang mempengaruhi. Baik faktor internal maupun eksternal.

“Tindakan ini tidak tampak begitu saja. Ada yang mengalami ini karena multifaktorial,” ujarnya.

“Mungkin juga dia masih muda atau usia tertentu, misalnya dia pernah melihat orang dewasa menunjukkan alat kelamin, itu bisa menjadi faktor, tetapi bisa juga struktur biologis atau genetik. Jadi Status yang tidak normal.” tidak mungkin terjadi. Begitu saja, ada alasannya,” sambungnya.

Guru besar psikologi salah satu universitas di Lampung ini mengatakan, sebaiknya penderita gangguan seksual berobat ke ahlinya. Baik oleh psikolog maupun psikiater.

“Orang-orang yang tergolong ekshibisionisme sangat membutuhkan dukungan sosial. Jika mereka bisa menggabungkan ini dengan orang tua atau orang terdekat, mereka mendapatkan pengasuh yang naik ke tingkat kedua, yang mencari ahli, ”kata Octa Reni.

Terkait kehadiran beberapa orang yang memperlihatkan aurat di depan umum, khususnya di Kota Bandar Lampung, Octa Reni berharap masyarakat di daerah tersebut memiliki peran, termasuk peran pemerintah setempat.

“Keberadaan pelaku menyimpang ini memang harus dikejar oleh pihak kepolisian atau instansi terkait. Sehingga bisa ditindak,” pungkasnya.

Sumber :