Merasakan Flight Simulator Layaknya Pilot Di Kidzania

Bagaikan masuk ke dunia lain, di Kidzania anak-anak bisa mewujudkan cita-cita yang baru sebatas angan-angan. Tinggal pilih mau jadi apa, jadi pilot pun bisa. Cukup duduk di flight simulator, anak-anak bisa tahu bagaimana rasanya menerbangkan pesawat layaknya pilot handal. Demam Kidzania yang tengah melanda anak-anak Jakarta belakangan ini sepertinya bukan sekedar euphoria. Kenyataannya, fasilitas bermain anak-anak ini memang berbeda dengan yang sudah-sudah. Kidzania menawarkan fasilitas bermain yang sarat nuansa pendidikan. Mendidik, sekaligus menghibur. Di Kidzania, anak-anak hidup di dunianya sendiri bagaikan kehidupan orang dewasa. Dengan basis bermain peran (role play), fasilitas di Kidzania memungkinkan anak-anak bebas untuk menjadi apa saja yang diinginkannya.

Dengan memanfaatkan fasilitas (establishment) yang tersedia di Kidzania, anak-anak bisa belajar memahami kehidupan orang dewasa, untuk memulai kehidupan di Kidzania, anak-anak bahka dibekali modal berupa Kidsos. Persis kehidupan sehari-hari, uang mainan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai alat tukar. Selain bisa membelanjakan Kidsos, anak-anak juga bisa mendapatkan Kidzos. Caranya? Ya dengan bekerja layaknya di kehidupan nyata. Sesuai pilihan mereka, anak-anak bisa berperan sebagai apapun yang mereka inginkan di establishment yang ada di Kidzania. Kira-kira ada 100 profesi yang bisa diperankan disana. Mulai dari koki hingga pemadam kebakaran. Anak-anak juga bisa melibatkan diri dalam pembuatan berbagai produk di establishment berupa “pabrik mini”. Seperti pabrik mi dan pabrik biskuit. Berbagai sarana umum seperti di kehidupan nyata juga tersedia. Seperti ATM supermarket dan bus kota. Bahkan tersedia sarana pengadilan dan penjara.

Sepertinya memang Kidzania berusaha menyentuh semua segi kehidupan. Tak ketinggalan dunia penerbangan. Uniknya, nuansa penerbangan ini dijadikan sebagai “gerbang” menuju “dunia lain” Kidzania. Konter tiket masuk dirancang menyerupai konter check in. Berbekal boarding pass, anak-anak kemudian masuk ke Kidzania melalui imigrasi. Menarik, bagaikan pergi kenegara lain. Di bagian imigrasi ini anak-anak diberi gelang pengaman khusus. Gelang ini berfungsi layaknya tracking device sehingga anak-anak bisa terus dipantau tanpa harus diiringi terus oleh orang tua mereka. Untuk bisa bebas “berkeliaran” sendiri, paling tidak anak bersangkutan sudah berusia 6 tahun. Sedangkan untuk bisa memanfaatkan establishment di Kidzania, dibatasi maksimal berusia 13 tahun, kecuali disebutkan juga boleh untuk dewasa.

Sensasi Menerbangkan Pesawar Dengan Flight Simulator Pilot

Kembali ke dunia penerbangan, yang paling menarik adalah establishment Flight Simulator Pilot. Fasilitas ini didukung oleh AirAsia. Menurut Capt. Mohammad Ali Imron dari AirAsia Kidzania memiliki performa sekelas Boeing B737. Di Flight Simulator, anak-anak bisa mencicipi bagaimana rasanya menerbangkan pesawat. Mereka bisa memilih bandara mana yang ingin didarati dan dalam kondisi apa. Misalnya siang hari atau malam hari. Atau bahkan dalam keadaan hujan. Minister of Commercial and Trade (Direktur) Kidzania Andhie Saad menjelaskan, dalam satu kunjungan ke Kidzania, anak-anak yang berminat diberi kesempatan satu kali untuk memanfaatkan establishment Flight Simulator. Satu kali kesempatan ini cukup lama. Sekitar 15 menit. Kira-kira 5 menit tak off, 5 menit joyflight, 5 menit landing, jelas Andhie lagi.

Disetiap establishment ada pembimbing yang disebut “Zupervisor”. Zupervisor sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari kalangan profesional. Termasuk untuk establishment flight simulator. Zupervisor sudah mendapatkan pelatihan dari pilot sungguhan. Yang menarik lagi, flight simulator AirAsia tak hanya mengakomodasi minat anak-anak yang ingin menjadi pilot, tetapi juga anak-anak yang ingin menjadi awak kabin. Bahkan anak-anak bisa berperan sebagai penumpang. “Jadi anak-anak yang belum pernah naik pesawat bisa merasakan bagaimana  menjadi penumpang pesawat” jelas Andhie. Untuk itum AirAsia melengkapi establishment ini dengan kabin pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 8 seat.

Untuk simulator, terdapat delapan kokpit dengan dua seat. Dalam satu round activity, 16 anak bisa menjadi pilot. Sedangkan awak kabin (pramugari) terdiri dari dua pramugari yang memberikan panduan keselamatan kepada penumpang. Yang membuat anak-anak bertambah antusias, usai mengikuti kegiatan di flight simulator, baik pilot, pramugari, maupun penumpang, berhak memperoleh delapan Kidzos. CEO AirAsia Tony Fernandez menyatakan bahwa investasi yang ditanamkan AirAsia untuk establishment di Kidzania terhitung besar. Bagi AirAsia, tawaran untuk mengisi establishment di Kidzania merupakan kesempatan yang sulit untuk di abaikan. Karena cara ini merupakan cara yang bagus untuk memperkenalkan dunia penerbangan dan airline, sekaligus AirAsia. Tujuan Kidzania adalah mengembangkan pendidikan anak-anak dengan cara menyenangkan (edutainment).

Leave a Comment