Keunikan Serta Keindahan Tarian Piring dari Minangkabau

2 min read

Keunikan-Serta-Keindahan-Tarian-Piring-dari-Minangkabau

Sejarah tari rekaman

Masyarakat Minangkabau melakukan berbagai macam ritual yang mana ritual tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada dewa-dewa yang telah mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah.

 

Keunikan-Serta-Keindahan-Tarian-Piring-dari-Minangkabau

 

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://memphisthemusical.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Saat melakukan ritual, orang Minangkabau juga membawa sesajen berupa makanan yang diletakkan di atas piring. Piring berisi makanan dibawa saat gerakan ritmis dilakukan mengikuti musik.

Setelah Islam masuk ke Minangkabau, tarian ini sendiri tidak lagi digunakan sebagai ritual untuk dewa.

Namun tarian ini akan dijadikan sebagai hiburan bagi masyarakat di tanah Minangkabau, sehingga tidak heran jika tarian ini dibawakan pada acara adat.

Fungsi tari piring

Tari piring sendiri dibawakan tidak hanya pada saat upacara adat saja, tetapi juga pada saat upacara perkawinan, peradilan dan pengangkatan seorang pemimpin.

Bahkan tarian ini dilakukan bila ada anggota masyarakat yang memiliki hasil bumi yang melimpah. Bahkan pada zaman dahulu, tarian tersebut dapat dipertunjukkan bagi mereka yang mampu.

Namun karena perkembangan jaman yang sangat pesat, tarian tradisional hanya ditetaskan sebagai upacara adat.

Dan pada hari libur nasional ditampilkan pertunjukan tari piring ungu, misalnya pada hari jadi Republik Indonesia. Saat tamu besar datang, tarian akan dipersembahkan untuk menyapa para tamu.

Keunikan dan keindahan tari piring

1. Pelat adalah alat utama

Memang benar bahwa tarian tradisional ini menggunakan media pengupasan sebagai media utama dalam menarinya. Piring merupakan alat yang membuat tarian tradisional ini sangat berbeda dengan tarian daerah lainnya. Tentunya penggunaan piring dalam tarian ini memiliki makna sejarah.

2. Memiliki gerakan tarian yang unik

Piring yang akan digunakan diletakkan di atas telapak tangan penari dengan cara digenggam.

Kemudian para penari menggerakkan tangannya dengan cara dipelintir dan diayunkan, yang gerakannya mengikuti irama musik.

Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang heboh dengan rekaman dance karena piring yang digunakan tidak pernah lepas saat bermain.

3. Banyak alat musik mengiringi tarian rekam

Memang benar tari piring ini diiringi oleh berbagai alat musik seperti rebana, saluang, gong, talempong dan berbagai alat musik lainnya.

Biasanya lagu Takhian Sai Tiusuang dan juga lagu Takhian Pingping Khuaelas digunakan saat menampilkan tari piring.

Tidak hanya memiliki gerakan yang cukup unik, namun musik yang digunakan untuk mengiringi tarian tersebut ternyata cukup unik karena dipadukan dengan berbagai alat musik.

4. Anda akan mendengar nada dering

Keunikan lain dari tarian rekam ini jika diiringi alunan musik adalah deringnya. Tentunya dengan suara denting tersebut akan memberikan kesan yang unik dan indah pada tarian tradisional tersebut. Bahkan paduan suara ring bisa dengan mudah berbaur dengan suara alat musik yang mengiringi tari piring.

5. Para penari menari di atas piring pecah-pecah

Yang terakhir adalah keunikan yang tidak bisa Anda temukan saat menyaksikan pertunjukan tari tradisional lainnya. Dalam tarian rekaman ini di akhir pertunjukan, para penari menghempaskan diri ke lantai, kemudian para penari menari di atas piring pecah yang mereka lempar.

Ragam gerak tari tradisional Tari Piring

Tarian ini memiliki gerakan yang menggunakan 2 buah lempengan yang di atasnya diletakkan jerawat di telapak tangan penari. Kemudian penari mengayunkan piring sesuai alunan musik.

Ada berbagai jenis gerakan yang dimiliki oleh tari piring seperti gerakan Singanjuo Lalai, gerakan Pasambahan, gerakan menebang, gerakan membuang sampah, gerakan menabur, gerakan memagari, gerakan menyiangi, gerakan menanam, gerakan menarik. , gerakan yang jelas dan tidak berliku.

Selain itu terdapat berbagai gerakan lainnya seperti proses pengambilan beras, proses petik nasi, proses pemberian makan, gerakan menyambut nasi, gerakan lilitan nasi, gerakan membawa nasi, gerakan berpikir. Beras, Gerakan menumbuk padi, gerakan gotong royong, serta gerakan menginjak pecahan kaca.

Lihat Juga: Alight Motion Pro