Kerajaan Banten: sejarah, kejatuhan, raja, silsilah, masa kejayaan

2 min read

Kerajaan-Banten-sejarah-kejatuhan-raja-silsilah-masa-kejayaan

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Hindu Pajajaran memiliki kota-kota penting seperti Sunda Kelapa (Jakarta), Banten dan Cirebon.

Kerajaan-Banten-sejarah-kejatuhan-raja-silsilah-masa-kejayaan

Kerajaan Pajajaran bekerja dengan pemerintah Portugis untuk memungkinkan Portugis membangun benteng dan kantor perdagangan di sini. Seluruh perekonomian di negeri Sunda Kelapa dikuasai oleh Portugis.

Untuk melawan pengaruh Portugis di daerah ini, Pajajaran Sultan Trenggono dari kerajaan Demak memberikan perintah kepada Fatahilah.

Komandan pertempuran Fatahilah Demak diperintahkan untuk merebut kota Pajajaran sekitar tahun 1526. Akhirnya Fatahilah berhasil menguasai Banten dan pada tanggal 22 Juni 1527 merebut pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Sejak saat itu nama “Sunda Kelapa” berganti nama menjadi “Jayakarta” atau “Jakarta” yang artinya “Kota Kemenangan”. Kemudian, pada 22 Juni, pemerintah Indonesia menetapkan hari lahir Jakarta.

Seluruh pantai utara di Jawa Barat akhirnya dikuasai oleh Fatahilah hingga Islam secara bertahap menyebar ke Jawa Barat.

Fatahilah kemudian menjadi seorang ulama (wali) terkemuka dengan gelar Sunan Gunung Jati di Cirebon. Pada 1552, putra Fatahilah, Hasanuddin, diangkat menjadi penguasa Banten, sementara putra lainnya, Pasarean, menjadi penguasa Cirebon.

Fatahilah mendirikan pusat kegiatan keagamaan Islam di Gunung Jati Cirebon hingga wafat pada tahun 1568.
Runtuhnya Kerajaan Banten

Seperti kita ketahui, pasca berakhirnya Sultan Ageng Tirtayasa banyak terjadi konflik di dalam kerajaan. Hal ini dikarenakan perlawanan sultan terhadap penjajah tidak disetujui oleh sultan haji. Dan celah itu digunakan oleh VOC untuk mengadu domba atau untuk divide et impera.

Kemudian VOC mengungkapkan telah memutuskan untuk membela Sultan Haji untuk melawan Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu, VOC turun tangan menggantikan market leader di wilayah Banten. Dan pastikan bahwa raja yang dipilih adalah raja yang lemah dan tidak menjadi benteng potensial bagi mereka di masa depan.

Baru pada tahun 1680 perselisihan antar raja menjadi semakin tak terhindarkan. Maka VOC memulai aksinya dengan dalih membantu Sultan Haji mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa. Bahkan Perang Dingin menjadi penyebab utama runtuhnya Kerajaan Banten.
Raja raja dan nenek moyang Kerajaan Banten

Berikut Raja Para Raja dan garis keturunan kerajaan Banten:

Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin adalah raja pertama Kerajaan Banten dan putra Sunan Gunung Jati. Ketika Kerajaan Demak mencegah perebutan kekuasaan, daerah Cirebon dan Banten berusaha melarikan diri. Hingga akhirnya Kerajaan Banten menjadi kerajaan yang berdaulat. Sultan Hasanuddin sendiri memerintah dari tahun 1552 M sampai 1570 M selama 18 tahun.

Di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Banten berhasil menaklukkan wilayah Lampung yang banyak mengandung rempah-rempah. Selain itu, Selat Sunda merupakan jalur pelayaran dan perdagangan yang terkenal. Selama tur berpemandu, kota Banter adalah kota sibuk yang sering dikunjungi oleh pedagang dari Gujarat, Venesia, dan Persia.

Sultan Hasanuddin wafat pada tahun 1570 setelah pukul 16.00, Kerajaan Banten digantikan oleh putranya Maulana Yusuf.

Maulana Yusuf

Raja kedua Kerajaan Banten adalah Maulana Yusuf yang memerintah dari tahun 1570 sampai 1580. Selama kepemimpinannya, Kerajaan Banten berhasil mengirimkan Kerajaan Pajajaran ke Pakuan.
Lihat juga: √ Materai

Memang, dia berhasil menjatuhkan Prabu Sedah, raja kerajaan pajajar. Inilah mengapa banyak orang Pajajaran mengungsi ke pegunungan. Keturunan orang pajajar masih bisa menganggapnya sebagai suku Badui.

Maulana Mohammed

Sepeninggal Sultan Maulana Yusuf, tahta Kerajaan Banten ditempati oleh putranya Sultan Maulana Muhammad. Namun, saat naik takhta, usianya masih muda, 9 tahun. Hingga tahta Mangkubumu Jayanegara dipegang, hingga cukup matang yaitu 16 tahun.

Pada masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad, Kerajaan Banten mengambil alih Kesultanan Palembang yang didirikan dengan aman oleh Ki Gendeng. Ki Gendeng tentunya masih merupakan keturunan Kesultanan Demak, oleh karena itu Kerajaan Banten juga merupakan keturunan dari Demak.

Ratu pangeran

Pangeran Ratu atau yang dikenal dengan Abdul Mufakhir adalah raja keempat dan penerus Sultan Maulana Muhammad. Saat itu tahta berumur 5 bulan, sehingga didukung oleh pemerintahan Mangkubumi Ranamanggela. Pada masa pemerintahan Pangeran Ratu, Belanda pertama kali mendarat di Banten pada tanggal 22 Juni 1596 di bawah pimpinan Cornelius de Houtman.

Sultan Ageng Tirtayasa

Setelah kematiannya, Pangeran Ratu adalah

 

 

 

LIHAT JUGA:

https://konveksipekanbaru.co.id/
https://cialis.id/
https://forbeslux.co.id/
https://furnituremebeljepara.co.id/
https://ppidkabbekasi.id/
https://obatpenyakitherpes.id/
https://obatsipilisampuh.id/
https://obatwasirambeien.id/
https://obatkuatpria.id/
https://obatpenggemukbadan.id/

Pengertian, Perbedaan Serta Contoh Torturous Dan Tortuous

Definisi, perbedaan dan contoh tormenting and tormenting dalam kalimat bahasa Inggris Pada materi ini admin menjelaskan kepada teman-teman KBI kata sifat atau kata sifat...
admin
1 min read