Nilai Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

3 min read

Nilai-Nilai-Pancasila-Sebagai-Ideologi-Terbuka

Pahami pancasila sebagai ideologi terbuka

Bukan berarti nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat digantikan oleh beberapa nilai inti lain yang meniadakan jati diri bangsa Indonesia. Pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dasar pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, kependudukan dan keadilan dapat ditumbuhkembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan kebutuhan perkembangan seseorang. berkreasi dengan melangkah pada tataran jaman yang menghargai kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia itu sendiri dan bukan hasil dari eksistensi atau jati diri sebagai bangsa Indonesia.

 

Nilai-Nilai-Pancasila-Sebagai-Ideologi-Terbuka

Sebagai sebuah ideologi yang terbuka, Pancasila dapat menawarkan orientasi masa depan yang menuntut bangsa Indonesia untuk senantiasa sadar akan kehidupan yang akan dihadapinya keesokan harinya, terutama di era globalisasi dan keterbukaan. Ideologi Pancasila mensyaratkan agar bangsa Indonesia tetap berada dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

A. Ideologi terbuka

Ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat berinteraksi dengan dinamika waktu. Banyak negara di dunia yang menerapkan ideologi terbuka agar ideologi yang mereka ikuti dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berikut ciri-ciri ideologi terbuka, yaitu:

1. Ideologi terbuka ada dalam sistem demokrasi.
2. Ideologi terbuka ini bersifat inklusif, tidak totaliter, dan tidak dapat digunakan untuk melegitimasi kekuatan sekelompok orang.
3. Nilai atau cita-cita lahir dari moralitas budaya masyarakat itu sendiri.
4. Cita-cita bangsa ini tercapai bersama dan juga disepakati secara demokratis.

B. Ideologi tertutup

Ideologi tertutup merupakan ideologi yang sangat sulit untuk berinteraksi dengan waktu. Negara yang menganut ideologi Mustunis biasanya mengikuti ideologi ini. Mereka cenderung menutup diri dengan bangsa lain dan tidak menginginkan perubahan yang berkembang di dunia. Berikut ini adalah beberapa ciri ideologi tertutup, yaitu:

1. Kebenaran ideologi tertutup tidak boleh ditantang atas dasar nilai atau prinsip moral lainnya.
2. Konten bersifat dogmatis atau apriori sehingga tidak dapat diubah berdasarkan pengalaman sosial.
3. Ideologi tertutup tidak mengakui hak setiap orang untuk memiliki keyakinan dan alasannya sendiri.
4. Bukan dari masyarakat, tetapi hanya dari pemikiran elit yang harus diwariskan kepada masyarakat.

C. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideologi yang tumbuh dari identitas masyarakat Indonesia. Hanya ada satu ideologi pancasila di dunia dan itu adalah Indonesia. Dalam mengimplementasikan ideologi sebagai ideologi terbuka, pancasila akan berperan penting dalam menyikapi waktu. Pancasila harus kita kembangkan bersama agar tetap utuh dan tidak mudah terguling oleh idealisme yang menjungkirbalikkan pancasila.

Pancasila sebagai ideologi terbuka harus memiliki peran sebagai berikut:

  1. Ideologi Pancasila harus mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi zaman yang senantiasa berubah.
  2. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Pancasila harus mampu secara kreatif mengikuti perkembangan zaman dengan memperhatikan kebutuhan dan juga perkembangan masyarakat Indonesia itu sendiri.
  4. Ideologi pancasila ini menuntut bangsa Indonesia untuk tetap berada dalam jiwa atau budaya bangsa
  5. Indonesia dalam ikatan NKRI.

D. 3 Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka

Nilai inti

Nilai inti adalah prinsip yang diterima sebagai proposisi absolut. Nilai inti yang bersumber dari nilai budaya atau bangsa Indonesia itu sendiri yaitu bersumber dari budaya bangsa menurut UUD 1945 yang dapat mencerminkan hakikat nilai budaya atau budaya. Ini termasuk dalam pembukaan UUD 1945. Wujud sesungguhnya dari nilai-nilai inti tersebut adalah Peraturan 1 sd 5 yang terkandung dalam Pancasila.

Nilai instrumen

Nilai instrumen adalah implementasi umum dari nilai-nilai inti. Pelaksanaannya pada awalnya berbentuk norma sosial dan norma hukum, yang kemudian mengkristal dalam kelembagaan sesuai dengan kebutuhan tempat / waktu. Nilai instrumen ini lebih rendah dari nilai dasarnya. Namun, nilai umum dapat diubah menjadi nilai konkret tergantung pada waktunya. Hal ini diatur dalam UUD 1945, Ketetapan MPR, Peraturan Perundang-undangan (PP), atau Kepres (Kepres).

Nilai praktis

Nilai praktis merupakan nilai yang sebenarnya sering dibuat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai ini adalah bahan uji yang sebenarnya. Apakah nilai dasar dan nilai instrumen / apakah benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak? Dalam hal ini, nilai-nilai praktis seperti rasa hormat, harmoni atau gotong royong dapat terwujud dalam bentuk sikap, tindakan dan perilaku di lingkungan sehari-hari.

Ciri Pancasila sebagai ideologi terbuka

Tidak tertutup oleh keberagaman masyarakat, yang membutuhkan penyesuaian ideologis dengan semangat masyarakat.
Ini adalah ideologi yang telah menyatu ke dalam negara dari keinginan dan cita-cita masyarakat yang berbeda.
Bukan untuk mengekang keinginan suatu kelas atau kelompok, tetapi untuk mengejar tujuan bersama negara bersama.
Itu tidak dapat diubah hanya dengan melakukan perubahan, tetapi dapat disesuaikan.

Fungsi Pancasila sebagai ideologi terbuka

Fungsi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila tidak dipaksakan dari luar, tetapi bersumber dari kekayaan moral, spiritual dan budaya masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka

  1. Nilai-nilai inti merupakan nilai-nilai inti yang relatif tetap dan tidak berubah serta terkandung dalam muatan panca sila Pancasila.
  2. Nilai instrumen tersebut merupakan nilai inti yang lebih dinamis dari yang ditetapkan dalam UUD 1945, serta peraturan lain yang perlu disusun agar lebih dipahami oleh masyarakat.
  3. Nilai praktis merupakan perwujudan nilai instrumental dalam bentuk nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, atau bernegara. Dalam perwujudannya nilai-nilai praktis bersifat abstrak, misalnya saling menghargai, kerjasama dan harmoni.

Posisi Pancasila sebagai ideologi terbuka

Kedudukan Pancasila sebagai ideologi yang terbuka merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang merupakan rujukan mendasar dalam kehidupan bangsa Indonesia yang terbuka terhadap hal-hal baru, sesuai tuntutan zaman, tetapi tanpa menghilangkannya atau dalam Pacasila’s Ubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam properti.

Contoh pancasila sebagai ideologi terbuka

  • Pelestarian nilai-nilai kemanusiaan menurut Pancasila
  • Pertahankan nilai ilahi
  • Kesediaan untuk secara selektif menerima kontribusi budaya eksternal

Baca Juga: