Pertempuran Udara Helikopter VS Pesawat Tempur

Pertempuran Udara Helikopter VS Pesawat Tempur – Perbedaan kemampuan terbang suatu helikopter terhadap pesawat tempur bersayap tetap (fixed wing fighter plane) memainkan peranan penting dalam penggolongan helikopter sebagai mesin perang yang lebih bersifat defensif. Dalam usaha menempatkan dirinya untuk bisa unggul dalam melaksanakan fungsi tempurnya, helikopter harus benar-benar memprioritaskan segala taktik untuk menyelesaikan tugasnya sebaik mungkin dalam rangka mengalahkan pesawat tempur bersayap tetap.

Helikopter Si Pengintai VS Pesawat Tempur

Helikopter bisa mendekati pesawat tempur dengan keamanan yang maksimal, apabila kedatangannya sama sekali tidak diketahui oleh pesawat tempur tersebut. Untuk itu, helikopter harus senantiasa terbang serendah mungkin, dan harus dapat menemukan pesawat tempur tersebut lebih dulu. Akan tetapi, dalam kenyataanya, hanya sedikit helikopter terbaik yang memungkinkan penerbangannya memiliki suatu back sight yang baik. Untuk itu, penerbang-penerbang heli berusaha mengatasi masalah ini dengan senantiasa terbang berdampingan dan secara bergantian mengawasi arah butritannya. Bersamaan dengan itu, merekapun harus mengawasi arah samping nya, terbang sambil berbelok-belok agar selalu menghindari sudut mati penglihatan ke arah belakang. Terutama apabila mereka terbang dengan membelakangi matahari.

Begitu seorang penerbang heli melihat pesawat tempur lawan, dia, sebagai mana anggota infanteri segera berusaha mencari “lobang perlindungan” yang terdekat, antara lain dengan jalan menghindar masuk kesudut mati penglihatan si penerbang pesawat pemburu, berlindung dibalik bukit, diantara pepohonan, atau apapun yang dapat memberikan perlindungan bagi dirinya. Dalam hal “terjebak” bertemu disuatu medan terbuka, penerbang heli mungkin dapat menyelamatkan dirinya dengan melakukan perubahan haluan secara mendadak, mengingat hal ini hanya akan mengakibatkan adanya gerakan yang kecil atau bahkan tak kelihatan sama sekali (sebagai catatan, suatu gerakan relatif akan selalu dapat diketahui oleh penerbang-penerbang pesawat pemburu). Penerbang heli memiliki suatu kesempatan yang tinggi untuk tetap tinggal diam dan tidak terdeteksi, sedangkan penerbang pesawat pemburu tidak saja disibukkan dalam melaksanakan fungsi-fungsi tempurnya, akan tetapi juga harus mencari-cari pesawat pemburu musuh.

Segera setelah pesawat pemburu yang melihat suatu heli berbalik untuk mulai manuver penyerangan maka penerbang heli harus segera melaksanakan suatu manuver standart yang telah diciptakan untuk mengatasi keadaan ini yaitu melakukan gerakan membelok yang berlawanan dengan busur belokan pesawat pemburum dan bersamaan dengan itu, berusaha naik untuk memperoleh sekurang-kurangnya 49m-60m keuntungan ketinggian (A/1).

Dalam hal ini heli mempunyai kendali terhadap situasi pertempuran terhadap pesawat pemburu, heli akan memperolah dua keuntungan, yaitu jarak ke pesawat lawan akan mengecil, yang berakibat bahwa pesawat pemburu akan mengalami pengurangan waktu yang tersedia untuk mlaksanakan persiapan penyerangan. Dan, bersamaan dengan itu, pesawat pemburu tersebut juga sudah masuk kedalam jarak sistem senjata yang dimiliki oleh heli (B/2).

Leave a Comment