Pesawat Tanpa Awak Atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV)

Awalnya pesawat tanpa awak tak lebih dari sebuah wacana. Namun saat ini keberadaan Unmanned Air Vechicle sudah menjadi pemandangan yang lazim, di hampir setiap pertempuran. Pesawat ini biasanya mengemban misi pengintaian dan atau menembakkan senjata ke teritori musuh dengan tingkat akurasi luar biasa. Boleh dibilang, kian hari, pemanfaatan UAV menjadi prioritas utama banyak negara yang sedang bertikai. Selain untuk militer, pesawat ini juga dimanfaatkan untuk kepentingan komersial dan proyek pemerintahan lainnya seperti pemantauan udara, penyelamatan di lautan, bea cukai, pertanian dan masih banyak lagi. Teknologi ini juga banyak dipakai di kepolisian untuk menggantikan peran helikopter dalam menjaga keamanan domestik.

Klasifikasi Pesawat Tanpa Awak

UAV terdiri dari beberapa klasifikasi, dan masing-masing kelas punya jenis berbeda dari pabrikan yang berbeda pula. Mulai dari pesawat mungil sebesar serangga, hingga yang berukuran raksasa yang dapat menempuh jarak yang sangat jauh. UAV mempunyai kemampuan membawa alat sensor, informasi yang terkumpul akan dikirim ke pusat kontrol di daratan. Sebagian besar pesawat ini dikendalikan secara remote oleh seorang pilot, sebagian lagi menjalankan misi secara otomatis sesuai dengan data yang telah di program. Kali ini merpati akan membahas berbagai kategori dan jenis berdasarkan fungsi UAV dari berbagai penjuru dunia. Termasuk didalam nya ulasan ringkas seputar desain, struktur, aerodinamika dan sistem persenjataan. Selain untuk misi-misi berskala besar, makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi UAV sebagai hobi. Dan yang perlu kita ketahui, UAV tidak hanyak piawai mengudara, ia juga mampu menjelajah di kedalaman samudera.

Sistem Pesawat Tanpa Awak

Secara sederhana, pesawat nir-awak adalah pesawat tanpa awak kabin, peran mereka digantikan serangkaian sistem komputer dan radio link. Pada praktiknya tentu saja jauh lebih rumit, karena sebuah UAV harus dirancang dengan seksama sejak awal, mengingat ia harus melakukan sendiri apa yang selama ini dilakukan oleh manusia. Secara garis besar, sistem sebuah UAV dapat dibagi ke dalam sistem kontrol yang terdiri dari operator dan peranti yang menghubungkan operator dengan sistem. Jika sebuah sistem berhubungan dengan proyek militer, maka tempat dan jenis peledak yang akan dibawa juga sudah harus dikalkulasi sejak awal. Lalu ada sistem komunikasi antara pusat kontrol yang berfungsi sebagai pemroses data dari dan ke UAV. Data ini biasanya diinput dengan menggunakan radio link. Faktor berikutnya yang tak kalah penting adalah peralatan pendukung termasuk sarana transportasi dan perawatan.

Leave a Comment