Mengenal Unmanned Aircraft System (UAS)

Layaknya sebuah sistem, Unmanned Aircraft System atau biasa disingkat dengan UAS juga mempunyai sejumlah sub-sistem, termasuk pesawat tanpa awak (UAV), payloads (muatan berupa bom atau senjata berhulu ledak lain), stasiun kontrol, peluncur pesawat, serta sub-sistem lainnya yang berfungsi sebagai media recovery, support, komunikasi dan transportasi. Sebagai sebuah entitas penerbangan, perlu juga diperhatikan peraturan dan regulasinya. UAS memiliki banyak elemen yang sama dengan pesawat berawak. Metode pengoperasiannya juga relatif sama, hanya bedanya sang pilot menerbangkan dan mengendalikan pesawat dari jauh. Antarmuka yang bisa berada di kokpit digantikan oleh sebuah sub-sistem kontrol elektronik. Elemen lain seperti landing, lepas landas, recovery, komunikasi dan support juga memiliki banyak kesamaan dengan pesawat berawak. Pesawat tak berawak sering mengalami kerancuan pengertian dengan pesawat model atau bahkan dengan drone. Pesawat model hanya untuk keperluan sport dan hanya bisa dioperasikan sejauh pendangan operatornya dengan radio controller. Biasanya, pesawat jenis ini hanya bisa menerima perintah untuk naik-turun dan berbelok saja.

Kecerdasan Otomatis Unmanned Aircraft System

drone Unmanned Aircraft System
via google inside mines edu

Sementara sebuah drone, meski bisa menjelajah cukup jauh, namun tidak memiliki kecerdasan sebuah UAV. Pesawat ini bisanya terbang dengan menggunakan misi yang telah diprogram sebelumnya. Mulai dari peluncuran, rute berkomunikasi dengan darat. Report baru bisa didapat setelah pesawat kembali ke pangkalan. Misi yang biasa dilakukan sebuah drone adalah pemotretan udara. Berbeda dengan UAV yang memiliki “kecerdasan otomatis”. Pesawat ini mampu berkomunikasi dengan pusat kontrol dan memasok data dari payload seperti thermal image TV, optik elektro dan data-data primer lainnya seperti posisi, speed, arah dan ketinggian pesawat. Salin itu juga bisa mengirim data terkini keadaan pesawat semisal status bahan bakar, temperatur, fungsi peranti elektronik dan kondisi mesin. Jika sebuah malfungsi terjadi pada sebuah sub-sistem atau komponennya, UAV sudah didesain untuk melakukan tindakan perbaikan atau segera mengirim alert kepada operator. Misalnya jika komunikasi radio antara operator dan UAV terputus, pesawat telah diprogram untuk memindai gelombang radio yang lain atau segera mengubah frekuensi untuk memulihkan komunikasi.

Teknologi Unmanned Aircraft System

terminologi uas
via google slideshare

Pengembangan dan pengoperasian Unmanned Aircraft System makin pesat seiring berkembangnya teknologi. Terminologi yang digunakan pun mengalami perubahan. Istilah pertama yang digunakan adalah RPV (Remotely Piloted Vehicle), namun istilah ini mulai jarang dipakai karena tidak secara spesifik membedakan pesawat tak berawak dengan kendaraan bawah laut yang juga dikendalikan dari jarah jauh. Beberapa pihak mulai menggunakan terminologi lain seperti UMA (unmanned air vehicle), namun pada perjalanannya, istilah ini kalah populer dibanding UAV (unmanned aerial vehicle). Dan kini, UAV sudah identik dengan elemen dari UAS. Segelintir orang masih lebih suka menggunakan istilah “uninhabited air vehicle” dengan argumentasi sesungguhnya pesawat-pesawat tetap tidak akan beroperasi tanpa campur tangan manusia, meski sang pilot sendiri tidak berada di dalam pesawat.

Leave a Comment